TUGAS PERTEMUAN 2 MATKUL KDMS
Amanda Eka Karolina
44210087
Kelas 44.2A.01
Ilmu komunikasi
Ubsi margonda
sejarah komunikasi digital dan media sosial
Sejarah media sosial bermula pada akhir abad ke-19. Titik
awalnya adalah teknologi telegraf yang dikirimkan oleh Samuel Morse pada 1844.
Meski begitu, banyak orang berpendapat bahwa telegraf tidak bisa masuk dalam
terminologi media sosial karena tidak online. Sedangkan media sosial sendiri
dianggap sebagai teknologi komunikasi yang berbasis internet. Karena itu,
pertumbuhan internet pada 1970-an menjadi awal mula dari media sosial. 1978,
media sosial pertama tercipta.
Bentuknya adalah Bulletin Board System (BBS), sebuah
platform yang mengumumkan pertemuan dan berbagi informasi dengan mengunggahnya
di BBS. Ini menjadi tonggak komunitas vitrual pertama dalam sejarah.
Selanjutnya, pada 1979, kemunculan UserNet membuat orang mulai menggunakan
komunikasi virtual dari buletin, artikel, atau newsgroup online. Pada 1995,
ketika WWW diluncurkan, orang mulai ingin membuat situs web pribadi masing-masing.
Situs pribadi ini memungkinkan mereka berbagi dan berkomunikasi lewat internet.
Saat itu, media sosial hanya digunakan untuk berbagi saja
atau belum ada jejaring pertemanan virtual. Jejaring pertemanan virtual baru
muncul pada 1997 dengan layanan Six Degrees. Platform ini memungkinkan
penggunanya membuat profil dan daftar teman.
Sedangkan pada media sosial untuk blogging, pada 1999 mulai
muncul Blogger dan Livejournal. Dengan layanan ini, pengguna bisa membagikan
tulisan dan berkomunikasi melalui blog dan jurnal mereka sendiri. Sedangkan
grup jejaring sosial mulai tumbuh pesat dengan kemunculan Friendster pada 2002.
Platform ini memungkinkan pengguna membuat profil dan terkoneksi secara virtual
dengan orang di seluruh dunia.
Kesuksesan tersebut
memicu munculnya jejaring pertemanan yang lain dengan spesifikasi berbeda
seperti MySpace untuk musik dan LinkedIn untuk bisnis atau pekerjaan. Pada
2004, Mark Zuckerberg meluncurkan jejaring pertemanan lain yaitu Facebook.
Mulanya, layanan ini
digunakan sebagai jejaring sosial para mahasiswa. Namun, seiring berjalannya
waktu, Facebook boleh diakses bagi siapa saja yang berusia di atas 13 tahun.
Facebook hingga kini tetap digandrungi oleh banyak warganet.
Para pekerja kreatif
terus mengembangkan media sosial jenis lain. Hingga pada 2005, Youtube
diluncurkan. Youtube menjadi salah satu media sosial pembeda karena berbagi
menggunakan video. Dalam blogging atau berbagi melalui tulisan, tahun 2006
muncul Twitter.
Berbeda dengan media
sosial blogging yang lain, Twitter memilih disebut dengan microblogging karena
ada pembatasan karakter. Twitter menawarkan cara komunikasi yang singkat dan
padat bagi para penggunanya. Alih-alih merasa kesusahan, pengguna justru merasa
tertantang dengan batasan karakter tersebut. Mencari bentuk baru media sosial
juga dilakukan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger.
Mereka kemudian
membuat Instagram pada 2010. Layanan ini secara eksklusif memfokuskan diri
dengan berbagai foto dan video. Tahun berikutnya, 2011, layanan Snapchat
diluncurkan. Aplikasi ini berfokus pada berbagai cerita video yang hanya dapat
dilihat dalam waktu 24 jam saja.
Memunculkan Fenomena
FOMO Banyaknya aplikasi yang terus berkembang membuat masyarakat kian sulit
melepaskan diri dari "jerat" media sosial. Bahkan, sehari tanpa media
sosial membuat banyak orang merasa hampa.
Itu karena media sosial sudah menjadi bagian integral dalam
kehidupan manusia masa kini. Media sosial bahkan telah mempengaruhi perilaku,
hubungan sosial, dan kesehatan mental kita.
Hal itu disebabkan
oleh fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan (baik informasi maupun
tren terkini). FOMO sendiri adalah efek kesehatan mental akibat secara terus
menerus menggunakan media sosial. Hasilnya, ketika mendadak tidak bisa
menggunakan media sosial seperti kemarin, banyak orang merasa panik, cemas,
hingga kesepian. Banyak orang merasa takut menjadi kurang update terhadap
informasi terkini, baik dalam lingkup pertemanan maupun lingkungan yang lebih
luas. Ini menimbulkan perasaan ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Perasaan-perasaan inilah yang kemudian membuat banyak orang masuk dalam
cengkeraman kecanduan media sosial.
baca:
https://sains.kompas.com/read/2019/05/23/220400623/penemuan-yang-mengubah-dunia--media-sosial-kenapa-bikin-panik-saat-diblokir-?page=all.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
https://www.kompasiana.com/mariarosarikrisdyahayu6905/5b981cd312ae9437ca69f295/sejarah-internet-dan-perkembangan-media-sosial-di-indonesia-dari-friendster-hingga-snapchat.
hubungan antara fiber optik dan internet
Di era revolusi industri 4.0 ini, keberadaan internet
sangatlah penting. Semua orang saling terkoneksi menjadi kesatuan yang
menghubungkan informasi antar negara di seluruh dunia. Beberapa hal yang perlu
Anda ketahui saat ini adalah teknologi fiber optik, internet broadband dan paket
terbaik.
Apa Itu Teknologi Fiber Optik? Apa Kaitannya dengan Revolusi
Industri 4.0?
tahukah Anda jika belakangan ini, teknologi fiber optik
menjadi perbincangan hangat karena disebut sebagai primadona dalam dunia
telekomunikasi? Namun, banyak yang belum paham apa sebenarnya pengertian fiber
optik dan apa keterkaitannya dengan revolusi industri 4.0?
Teknologi fiber optik yaitu saluran transmisi atau sejenis
kabel, terbuat dari kaca atau plastik yang lebih tipis dibandingkan dengan
sehelai rambut. Teknologi ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal berupa
cahaya dari satu tempat ke tempat lainnya.
Maka dari itu jika kabel fiber optik yang berada di bawah
laut mengalami kerusakan maka akan melumpuhkan jaringan internet. Parahnya
kerusakan yang terjadi mempengaruhi transmisi data di dalamnya, yang disebut
juga sebagai fault. Jika itu yang terjadi, kerusakannya bisa dialami sekaligus
pada bagian serat optik maupun kabel tembaga konduktor.
Bagian yang rusak tersebut berfungsi membawa data
komunikasi, sedang bagian kedua menghantar arus listrik untuk memperkuat sinyal
repeater yang digunakan di sepanjang sistem kabel.
Terbaru, jaringan Telkom IndiHome sempat mengalami gangguan
internet hingga beberapa hari yang disebabkan karena perbaikan kabel bawah
laut.
Terdapat beberapa penyebab kerusakan kabel bawah laut
menurut laporan dari Komite Proteksi Kabel Internasional (ICPC) dan The
National Bureau of Asian Research dalam Maritime Awareness Project.
Kerusakan kabel bawah laut paling sering disebabkan
kesalahan dan kelalaian manusia.
Penggunaan peralatan aktivitas perikanan komersial
menyumbang 40 persen kasus gangguan kabel.
Sebanyak 15 persen kejadian gangguan lainnya disebabkan
insiden jangkar, semisal buang jangkar tidak benar, di luar wilayah yang
ditetapkan, jangkar terbawa arus, ataupun kebutuhan darurat buang jangkar.
Faktor human error lainnya termasuk pengerukan dan
penimbunan laut, aktivitas migas, pembangunan energi dan pembangkit listrik
tenaga angin lepas pantai, proyek hidrokinetik, konversi energi termal laut,
operasi penambangan laut dalam dan proyek-proyek energi terbarukan yang lain.
Dan juga bisa disebabkan oleh bencana alam seperti gunung
meletus.
https://indihome.co.id/blog/mengenal-teknologi-fiber-optik-internet-broadband-dan-rekomendasi-paket-terbaik
https://tekno.kompas.com/read/2021/04/06/10350027/kabel-internet-bawah-laut-gangguan-internet-indonesia-sempat-terdampak
Komentar
Posting Komentar